6 Cara untuk Mendapatkan Modal Usaha Saat Pandemi

6 Cara untuk Mendapatkan Modal Usaha Saat Pandemi

Menjalankan dan mempertahankan bisnis di tengah pandemi merupakan tantangan besar bagi banyak pebisnis. Tak sedikit yang harus memotong pengeluarannya dengan mengurangi jumlah karyawan atau bahkan sampai menutup bisnis. Namun tak sedikit juga orang yang memulai bisnis kecil-kecilan selama pandemi untuk mencari pemasukan tambahan.

Baik untuk memulai bisnis maupun menjaga kelangsungan bisnis, keduanya membutuhkan modal agar usaha bisa terus berjalan. Berikut 5 cara untuk mendapatkan modal di tengah pandemi yang bisa kamu coba.

  1. Menggadaikan Aset

Salah satu cara cepat untuk mendapatkan modal adalah dengan menggadaikan aset. Aset di sini bisa berupa perhiasan, kendaraan, barang elektronik, logam mulia, surat tanah, atau barang berharga lainnya. Dengan menjaminkan aset pribadi, kamu bisa mendapatkan modal dalam bentuk uang tunai. Saat menggadaikan aset, pastikan kamu memilih pegadaian yang sudah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

  1. Pinjaman Bank

Cara lain yang juga bisa kamu coba adalah dengan mengajukan pinjaman ke bank. Biasanya pinjaman ini lebih umum untuk bisnis yang sudah berjalan. Karena biasanya bank ingin melihat terlebih dahulu kondisi keuangan dan potensi usahamu untuk mempertimbangkan untuk memberikan pinjaman atau tidak.

Untuk melakukan pinjaman modal ke bank biasanya dibutuhkan dokumen-dokumen berupa identitas diri, riwayat kredit, beserta dokumen usaha seperti proposal bisnis dan laporan keuangan. Selain itu, bank juga biasanya meminta jaminan atau agunan meskipun ada juga bank yang memberikan kredit tanpa agunan.

  1. Peer to Peer Lending

Selain menggadaikan aset atau mengajukan pinjaman modal ke bank, saat ini juga sudah ada pilihan alternatif lain seperti peer-to-peer lending. Sudah ada banyak pilihan aplikasi P2P Lending yang bisa kamu coba. Namun, pastikan kamu memilih platform yang juga sudah diakui oleh OJK.

P2P Lending pada dasarnya menghubungkan antara peminjam dan pemberi pinjaman secara online, bisa melalui aplikasi ataupun website. Proses peminjaman melalui P2P Lending biasanya lebih sederhana. Namun, pastikan kamu sudah membaca dengan jelas mengenai detail peminjaman seperti bunga, cicilan, tenggat pembayaran, dan sebagainya.

  1. Marketplace Pinjaman Dana

Mirip dengan P2P Lending, marketplace pinjaman dana kurang lebih memiliki konsep yang sama. Bedanya, apabila pada P2P Lending peminjam biasanya berupa individual, pada marketplace pinjaman dana peminjam umumnya berupa organisasi atau institusi seperti investor.

Melalui marketplace ini, kamu bisa menemukan investor untuk mendanai usahamu. Sama seperti platform pinjaman modal pada umumnya, kamu akan diminta untuk menyerahkan dokumen-dokumen usahamu seperti laporan keuangan, cash flow, dan sebagainya.

  1. Crowdfunding

Crowdfunding merupakan cara pencarian modal untuk usaha dengan cara menggalang dana dari berbagai pihak secara online. Hal ini bisa dilakukan melalui berbagai platform equity crowdfunding yang tersedia. Agar crowdfunding bisa berhasil, kamu harus bisa menunjukkan bahwa ide bisnismu menarik, unik, dan memiliki potensi. Inilah mengapa biasanya jenis bisnis yang mencari modal melalui crowdfunding merupakan bisnis yang bergerak di industri kreatif.

Walaupun prosesnya relatif mudah dibandingkan pinjaman melalui bank atau pinjaman lain yang membutuhkan jaminan, mencari modal melalui crowdfunding Indonesia membutuhkan banyak usaha untuk bisa meyakinkan orang lain agar mereka mau menyumbang dana. Selain itu, ada juga risiko penggalangan danamu tidak berhasil apabila hanya sedikit orang yang tertarik untuk menyumbang.

  1. Pinjaman dari Pemerintah

Selain platform swasta, pemerintah juga memiliki program pinjaman khusus untuk UMKM yang disebut KUR atau Kredit Usaha Rakyat. Melalui KUR, kamu dapat mengajukan pinjaman maksimal sebesar Rp 500 juta. Kredit ini terbuka untuk berbagai jenis usaha, mulai dari pertanian, perikanan, hingga usaha jasa. Karena adanya pandemi, bunga KUR juga diturunkan dimana bunga disubsidi hingga 6% untuk mendorong bergeraknya UMKM. Namun, proses penilaian untuk bisa mendapatkan kredit ini bisa dibilang cukup ketat dan selektif.

Cara-cara di atas merupakan beberapa alternatif yang bisa kamu coba untuk mendapatkan modal tambahan untuk menjalankan usahamu. Pilih jenis pinjaman modal yang memang sesuai dengan kebutuhan maupun kesanggupanmu untuk memenuhi persyaratan dan membayar cicilan. Dengan demikian, perputaran finansial usaha bisa kembali berjalan lancar dan bisnis bisa semakin berkembang.